Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

[Bertemu] Teman Lama

untuk teman lama yang sedang mewujudkan rangkaian mimpinya.

Beberapa waktu yang lalu, tanpa sengaja [meskipun bisa dibilang sengaja] aku iseng menghubung salah satu teman lamaku. Teman lama yang dulu sama-sama aktif di penerbitan mahasiswa, atau lebih dikenal dengan pers kampus. Ya…, di suatu sore, yang sebenarnya aku masih sibuk dengan pekerjaan yang harus aku selesaikan untuk deadline hari itu.

Waktu itu, karena komputer harus gantian, dan masih dipake’ temen, ya akhirnya aku iseng telfon-telfon temen. Biasa kalau lagi dapet gratisan emang sering [gangguin] telfon orang, teruama untuk yang sama-sama satu provider, he..he…

Aku kontak beberapa nomor, ee.. malah pada ga nyabung. Jadi tambah BeTe. Udah tugas belum selesai, komputer masih nunggu, ini mo cari temen ngobrol, malah ga connect-2. Meski sudah banyak kali telfon ga diangkat, atau di luar service area, atau nomor yang udah ga aktif-lah. Bikin tambah BeTe aja.

Tapi tanpa sengaja, terus aku searching di phonebook-ku, akhirnya aku ketemu dengan salah satu nomor dengan provider yang sama dengan yang aku gunakan. Satu nomor dengan nama puput_crds. Aku sempat berfikir sejenak, untuk meyakinkan akankah aku hubungi dia atau tidak. Karena sepengetahuanku, terakhir ketemu sekitar [mungkin] satu setengah tahun yang lalu [jadi keinget pertemuan yang sangat singkat tapi sangat berkesan (buat ku) itu], dia bekerja di salah satu koran nasional . Dan sebagai teman yang juga pernah aktif di pers kampus, aku tau pekerjaan dan deadline sebagai wartawan koran. Tapi entah keinginan dari mana yang meyakinkan ku untuk menghubunginya.

Begitu panggilan pertama masuk [aku semakin yakin dia bukan orang sembarangan. Seperti orang sekarang yang sering ganti-2 nomor]. Aku menunggu, satu kali panggilan, dua kali panggilan, belum juga diangkat. Dan panggilan ke tiga, terdengar suara menyapa dengan sangat santun dan formal. “Halo, selamat sore.” Ucapnya. [yang mungkin dilakukan kepada setiap telfon yang masuk]

“Ya, selamat sore. Benar ini dengan mbak Puput?” jawabku sambil iseng menanyakan namanya.

“Iya, maaf ini dengan siapa ya?” jawabnya balik bertanya.

Setelah terjadi beberapa percakapan, akhirnya aku mengingatkannya dengan dunia pers kampus dan ku katakan dimana aku dulu kuliah dan berproses kreatif di majalah kampus. Setalah dia ingat betul siapa aku, tawa-nya pun pecah seperti dulu waktu masih sering lembur di LPM [tak seperti kalimat pertama saat menjawab telfon]. Yach, keakraban kembali terjalin.

Dalam perbincangan jarak jauh itu, dia banyak tanya dengan keadaanku sekarang. Termasuk kerja di mana. Sebuah pertanyaan yang seolah wajib ditanyakan, bagi keanalan sekolah atau kuliah dan lama tidak ketemu. Dari cerita-2 yang tersampaikan, ternyata dia sudah tidak lagi kerja menjadi wartawan koran. Dan dia cerita tiga bulan ini, dia sudah pindah ke Jakarta. Intinya dia bekerja di salah satu media hiburan elektronik .

Percakapan pun terus mengalir seiring kabar yang lama tak terdengar. Saling menanyakan kabar. Menanyakan pekerjaan, hingga gaji. dan akhirnya ada sedikit rasa sayang dengan pekerjaan yang kujalani. Dengan salary yang kuterima. Memang jauh berbeda dengan ketika bekerja di tempat lain.

Sayang perbincangan menarik itu harus terputus, karena aku harus segera menyelesaikan berita yang segera tayang. Namun dari sesuatu yang singkat itu, ternyata dia masih mengenalku seperti aku yang dulu, katanya. Entah dari mana penilaian itu. Dia bilang “Kamu kok masih tetap seperti dulu?” Dari puisi-pusi yang ada di blog ini, katanya cinta yang aku tuliskan masih menggambarkan sebuah perasaan cinta[ku] pada sosok wanita. Dan dengan sedikit bercanda kujawab, “Ya mungkin karena belum ketemu, cinta yang mau menjadi pendamping hidup.” Jawaban yang asal dan dengan niat becanda memecahkan tawa kita berdua.

Dua hari berikutnya, aku kembali melihat blog-ku, ya… benar juga dia meninggalkan comment di blog-ku. Akhirnya-pun kulihat juga blog miliknya. Beralamat di duniapembelajar . Memang tulisan-tulisannya sedikit panjang. Tapi sejatinya bertemakan sesuatu yang sederhana. Ya… salah satunya adalah “Menata Puzzel Mimpi”. Sebuah tulisan yang mendorong ku untuk meninggalkan comment di sana (yang juga aku post di blog ini).

Pertemuan teman lama yang [tanpa] sengaja, semoga akan menjadi ikatan persahabatan ini kian kuat. Untuk berbagi “informasi” hidup masing-masing, juga sambil membagi mimpi, untuk saling mengingatkan dalam mewujudkan mimpi masing-masing.


Jakarta, akankah aku menyusulmu ke sana…
Semoga ada mimpi yang lebih indah di sana…

jepara, 18 januari '09

SMS

26 Juni 2008 00.01 am.
Jngn ktkn Q cnt pdmu bl kau t bnr2 pduli,jngn bcrkn soal prs'an2 bl tu t bnr2 ad,jngn kau sntuh hdp ssorg bl kau brniat mmtahkn hti,jngn mntp ke dlm mata bl ap yg kau krjkan cm brbohong, hal trkjm yg bs dilakukn ialah mmbuat sorg jtuh cnt,pdhl kau t brniat sm sX,"tuk mnrimany sa'at dia trjatuh..."H@ppY Birthd@q"


-------------------------------------------------------

jangan katakan aku cinta padamu bila kau tak benar-benar peduli jangan bicarakan soal perasaan-perasaan bila itu tak benar-benar ada jangan kau sentuh hidup seseorang bila kau berniat mematahkan hati jangan menatap ke dalam mata bila apa yang kau kerjakan cuma berbohong hal terkejam yang bisa dilakukan ialah membuat seseorang jatuh cinta padahal kau tak berniat sama sekali tuk menerimanya saat dia terjatuh... "H@ppy Birthd@q"

Bukan hanya lidah yang lebih tajam dari pada pedang. Karena kalimat-kalimat di atas terasa lebih dalam menyayat perasaan. Entah, apakah diri ini yang terlalu sensi karena suatu hal. Satu hal yang pling menyakitkan adalah bila kita dituduh melakukan sesuatu, padahal kita tak pernah merasa melakukannya.

Menyakiti perempuan adalah satu hal yang paling aku takutkan. Karena perempuan selayaknya dicintai, bukannya disakiti. Dalam hal ini, mungkin akan ada sebagian yang menyangka bahwa kebanyakan cowok cenderung menyakiti perempuan. Entah itu dengan membohonginya, "menyelingkuhinya" atau bahkan memutuskannya ketika mereka tak lagi dapat bersama-sama. Tidak hanya dalam "pacaran", tapi juga dalam setiap sisi kehidupan yang memungkinkan seorang laki-laki menjalin hubungan (pertemanan, persahabatan, perdagangan [bisnis], atau bahkan pernikahan) dengan perempuan.

Setidaknya setiap mereka mempunyai komitmen untuk saling berbagi dalam menjalani segala sesuatunya. Suka, duka, bahagia, nestapa dan segala yang mungkin akan dirasakan dalam kehidupan ini.

Sesungguhnya ini adalah sebuah pesan singkat (sms). Sebuah pesan yang tak pernah terfikirkan sebelumnya. Karena menyakiti perempuan adalah pantangan bagiku. Hingga setelah menerima sms tersebut aku benar-benar berfikir jauh, kenapa sampai ada pesan yang demikian terkirim kepadaku. Apakah mungkin aku tlah menyakiti seserang yang yang tak kusengaja, juga tak kusadari. Namun jika itu yang terjadi, maka maaf adalah kalimat terindah yang akan menyatukan kita kembali. Dari teman menjadi teman, dari sahabat kembali menjadi sahabat dan dari saudara kembali menjadi saudara.... Semoga.....

"Tak ada kata yang mampu mengalahkan kedahsyatan ungkapan maaf"


celebrate of wisuda

Huuuu...... Horeeeee.......................
Riuh dan gemuruh suasana halaman belakang gedung Jamiatul Hujaj Kudus (JHK). pagi belum begitu hangat. karena waktupun baru menunjukkan pukul 07.30. namun kegembiraan dan kebahagiaan begitu terpancar di wajah mereka yang hadir. ya sebagian besar dari mereka adalah calon wisudawan dan wisudawati yang alan di lantik hari itu. 29 maret 2008 menjadi hari yang bersejarah bagi mereka.

he... he... jangan lupa lho..., salah satu di antara mereka itu aku lho...
iya akhirnya aku bisa wisuda juga. setelah lebih dari lima tahun aku bergelut dengan buku, aktifitas perkuliahan atau apa saja yang telah turut mendewasakan aku selama ini. yah wisuda telah menjadi sebah perayaan yang sangat dinantikan oleh setiap mahasiswa yang telah selesai kuliyah. namun juga akan menjadi suatu tantangan tersebdiri yang menyadarinya bahwa sejak saat itu mereka harus mandiri dalam menjalani kehidupan ini

yach.... semoga wisuda ini akan menjadi sebuah gerbang bagi kami untuk menapaki jalan baru yang akan lebih baik dari hari kemarin.

Akhirnya ...

Akhirnya... "kemelut" yang kemarin aku hadapi berakhir juga. Salah satu sahabatku memutuskan sebuah keputusan yang kontroversi. Sahabat? Ah, aku rasa tidak. Karena seorang sahabat tidak akan memberikan keputusan kepada sahabatnya sebuah larangan untuk menghubunginya, bahkan untuk berkunjung ke rumahnya.

Seorang sahabat akan memahami apa dan bagaimana seorag sahabatnya tersebut. Dia akan mengerti kenapa sahabatnya melakukan sesuatu. Dia juga akan memberikan saran jika apa yang dilakukan oleh sahabatnya dirasa tidak tepat atau tidak benar. Seorang sahabat akan mengerti masalah apa yang sedang dihadapi oleh sahabatnya. Dan "akhirnya" seorang sahabat tidak akan pernah memutuskan sebuah hubungan persahabatan.

Tetapi semalam seorang teman (bukan sahabat) telah memilih untuk memutuskan hubungan selama ini terjalin. Entah kenapa? Yang jelas hal ini terjadi setelah apa yang aku ceritakan kemarin. Semuanya hanya karena dia telah memiliki seseorang yang lebih dulu mengisi hatinya. Yah, itulah... Meski demikian aku tidak akan membenci atas apa yang dilakukannya. Karena mungkin baru sebatas itu pengertiannya tentang persahabatan.

Sahabat, semoga apa yang selama ini menjadi ganjalan di hatimu hilang sudah. Dan semoga kebahagiaan yang kamu harapkan akan kau dapatkan darinya. 

Yang pasti aku tidak akan pernah merasa kehilangan sahabat. 


Kenapa?

Kenapa? sebuah pertanyaan yang sering kali muncul namun belum tentu diketahui apa jawabnya. Ya, hari ini kembali ada pertanyaan "kenapa?" buat aku. Dan kebetulan aku juga tidak tau harus memberikan apa sebagai jawabnya.

Semuanya berawal dari semalam, ya karena hari ini ada salah satu teman atau sahabat-ku yang berulang tahun. Semalam aku sudah memberikannya ucapan untuk dia, meski hanya lewat SMS. Dan memang sudah menjadi kebiasaan, aku suka memberikan sekedar hadiah kecil buat teman-teman atau sahabat-sahabatku yang sedang berulang tahun. Dan untuk yang ini aku juga lakukan hal yang sama. Memang sudah menjadi kebiasaanku untuk memberikan sesuatu walaupun hal itu kecil namun dengan sedikit harapan akan dapat bermanfaat. Sesuatu yang dapat bermanfaat bagiku adalah buku. Ya, karena menurutku buku akan dapat memberikan setidaknya sedikit ilmu bagi siapa saja yang membacanya.

Sungguh aku tak tau “kenapa“ pada kesempatan ini apa yang aku anggap sebagai sebuah hadiah kecil malah menimbulkan sesuatu yang berbeda. Apakah karena dia adalah seseorang yang pernah "dekat" denganku, atau mungkinkah juga karena judul buku yang aku berikan. Yah, tidak tau juga kerena judul buku itu dapat menimbulkan salah persepsi. "Mahar Cinta Buat Kekasih" sebuah judul buku yang mungkin dapat menimbulkan kesalahpahaman. Apalagi bagi mereka yang memiliki sifat perasa tinggi.

Yah, itulah memang tidak selamanya apa yang kita anggap sebagai sesuatu yang baik, belum tentu hal itu baik juga menurut orang lain. Namun dengan satu keyakinan dan niat yang baik, mudah-mudahan akan memberikan manfaat bagi semuanya. Amien...

Namun sebuah pertanyaan "kenapa" akan tetap menjadi sebuah teka-teki bagi siapa saja yang tidak memprediksikan akan ditanya "KANAPA?"


Kenapa? Entahlah...